MR. Bocah Angon
Dia berkeliling menjual bakso disekitaran
pasar sindang.Bakso malang seharga 5000-an itu ia jajakan, perbungkus isi bakso 3
yang kecil 2 dan yang sedang 1 yang ia dorong dalam grobak kecil .
Saya mengamatinya berjalan sambil terus menawarkan jualannya kepada orang orang
yang lalu lalang ia temui.sambil tersenyum.sambil mengucap salam.meski saya amati
tak seorangpun yang mau membeli tapi ia tetap tersenyum.
Saya tahu ada gurat lelah dan kekhawatiran di wajahnya yang mencoba ia tutupi dengan
senyumannya, tapi saya masih bisa melihatnya saat ia berhenti disamping penjual jeruk,
lalu saya keluar dari mobil angkutan umum dan mendekatinya.
ia menyapa saya dengan ucapan salam dan senyuman yang ramah sambil menawarkan dagangannya.
Lalu saya bertanya , ada berapa banyak lagi yang belum terjual. ia degan segera menghitungnya sambil menjawab, baru terjual 2-3 porsi saja mas.
ini masih banyak, setelah dihitung ternyata masih ada 17 porsi lagi.
saya taksir ia membawa 20 porsi dan laku 3 porsi.
Akhirnya saya meminta tolong kepada beliau. "pak, boleh saya minta tolong ?
saya mau menitipkan sedekah melalui bapak, bapak tolong berikan kepada mereka yang membutuhkan, saya yakin bapak lebih tahu dibandingkan saya .
Disekitar sini siapa yang membutuhkan bakso bapak"
Lalu dengan raut bahagia ia berkata: Alkhamdulilah ya Allah... terimakasih mas
Dengan senang hati saya akan berikan kepada yang membutuhkan.
dan sayapun berkata: justru sayalah yang berterimakasih karena bapak sudah membantu memudahkan saya bersedekah. meskipun tak seberapa.
Lalu sayapun menyerahkan uang untuk membeli semua baksonya.
saya pamit, si bapak pun pamit mau sholat ke masjid sekaligus membagikan bakso katanya .
ia menyalami saya dengan menelungkupkan kedua tanganya didepan dadanya . Dan menyalami kekasih saya, Menjabat tangannya erat sambil mengucapkan doa-doa.
Saya menuju ke sebuah toko bersama kekasih hati, saya masih memilih barang keperluan dapur dibagian depan toko saat si bapak tersebut lewat didepan toko tempat saya berbelanja.meski saya bisa melihatnya, tapi sibapak tak bisa melihat saya karena terhalang etalase toko.
Dan dari celah etalase, saya melihat ada seorang perempuan muda menghentikannya, ingin membeli baksonya.saya masih mendengarkannya dengan sangat jelas suara si bapak ini. Beliau berkata : mohon maaf ibu, ini sudah laku semua. dan saya dititipi untuk memberikan ini kepada yang berhak. mohon maaf. lalu iapun pergi. dan saya melihatnya memberikan seporsi bakso kepada pemulung yang tengah memilah botol air minum digundukan sampah yang baunya tercium hingga kedalam dalam toko. Dalam hati saya berucap: Alkhamdulillah ,masih banyak orang jujur dinegara ini. dan sayapun mendoakannya.
semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan untyuk beliau mencari nafkah
bagi keluarganya dengan cara yang halal,berjualan.semoga ALLah melimpahkan keberkahan atas rejeki yang didapatkannya sehingga kebutuhan hidupnya tercukupi.
yang saya pelajari dari beliau adalah akhlak yang baik itu mendatangkan kebaikan.
siapapun kamu,akhlak muliamu akan menuntunmu pada ReZeki Allah yang tak ternilai,persaudaraan.
Mari bantupara pedagang/pengusaha kecil di sekitar kita dengan membeli dagangannya, ingat jangan menawarnya apalagi dengan " sadis". dan berhutang karena bayangkan saja apa yang bisa ia lakukan dengan omzet 100rb/hari belum modal membuat baksonya
penghasilannya pasti hanya sekitar 50rb-an saja/hari. itupun jika dagangannya terjual semua, bagaimana jika tidak?
semoga cerita ini/ coretan ini bisa sedikit membuka mata hati dan fikiran kita,
mungkin juga tulisan/cerita ini tidak ada manfaatnya,tapi setidaknya saya menulis ini untuk penikmat /pecinta pembaca.
kalian fasti yang lebih pintar dan bijak pasti kalian mengerti apa yang saya tulis ini bertujuan untuk apa.
sekian dan terimakasi bila mana ada kata" yang tidak pantas atau tulisan yang sala haraf mema'luminya karena saya juga manusia biasa yang punya banyak kesalahan
SALAM BLOGER ( MR. Bocah Angon )

Comments