SYAIKH BAWA MUHYIDDIN, PENDAKWAH ISLAM DI BARAT YANG PENUH KERAMAT
Tokoh yang mempunyai kontribusi dalam penyebaran Islam dan menciptakan kesalingpahaman antar umat beragama di Amerika adalah Muhammad Rahim Bawa Muhyiddin. Ia adalah seorang sufi besar yang tumbuh di Sailan Srilangka. Islam masuk ke Srilangka bersamaan dengan masuknya Islam ke India. Informasi mengenai keluarga dan tahun kelahirannya tidak diketahui. Ia hidup menyendiri, beribadah kepada Allah Swt. jauh dari hiruk-pikuk manusia.
Baru pada tahun 1900 para penduduk memintanya tinggal di tengah-tengah masyarakat. Kalam hikmah dan ilmu-ilmu Rabbāni yang keluar dari lisannya, dan keramat-keramatnya menyebar luas. Berita menyebar luas ke berbagai kota dan negara. Ia didatangi masyarakat secara berbondong-bondong baik Muslim maupun non-Muslim. Syaikh Bawa Muhyiddin melakukan perjalanan bersama muridnya ke Colombia dan mendirikan pusat studi Sufi pada tahun 1976.
Dan sebelumnya, pada tahun 1971 Syaikh Bawa Muhyiddin diundang muridnya ke Filadelpia Amerika. Dan ia memenuhi undangan itu, dua tahun setelahnya, yakni pada tahun 1973 dibentuk komunitas murid Bawa Muhyiddin dan mereka namakan "The Bāwā Muhaiya al-Dīn Fellowship". Sejak saat itu Bāwā pulang dan pergi antara Srilangka dan Filadelpia, sampai ia wafat pada tahun 1986 M. Ia dimakamkan di Amerika. Murid-muridnya mendirikan qubah yang besar di pemakamannya dan setiap tahun diperingati (haulnya).
Di tengah benturan antar agama, keyakinan dan sekte-sekte agama di Amerika, Syaikh Bawa Muhyiddin mampu membawa ruh Islam ke dalam kehidupan di Barat dengan sangat baik. Sehingga murid-muridnya bukan hanya kalangan Islam saja, akan tetapi juga non-Muslim. Syaikh Bawa Muhyiddin juga pernah mengisi ceramah di sebuah gereja di New York, dan mendapatkan antusiasme luar biasa dari jemaat gereja, bahkan mereka tak sungkan mencium tangan Syaikh Bawa Muhyiddin.
Saat ceramah atau ditanya mengenai sebuah masalah perkataannya mengalir deras tanpa berhenti untuk berfikir, seolah ia sedang membaca buku, ia tidak pernah mengulangi kata dan bahasan yang sama, semuanya nampak baru dan diambil dari samudera makna yang tak terbatas. Ucapan-ucapannya yang terbukukan sebanyak 30 buku, yang ditulis oleh murid-muridnya dari perkataan dan pengajaran yang disampaikan Syaikh Bawa Muhyiddin.
Wali Agung Syaikh Bawa Muhyiddin setiap tahun mengadakan dua peringatan; Peringatan Maulid Nabi Saw. pada bulan Rabi’ Awal, dan Peringatan Haul Syaikh al-Kabīr Abdul Qādir al-Jilānī pada bulan Rabi’uts Tsani. Peringatan Maulid Nabi Saw. diadakan selama 12 hari, sejak tanggal 12 Rabi’ul Awal setelah shalat Ashar hingga Maghrib dengan pembacaan hadits-hadits Nabi Saw. Syaikh Bawa Muhyiddin wafat pada 8 Desember 1986.
Kebun Ma'rifat adalah buku terakhir yang didokumentasikan oleh murid-muridnya sebelum Syaikh Bawa Muhyiddin wafat. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Koleksi foto-foto Syaikh M. Rahim Bawa Muhyiddin dan buku karya beliau yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
Tokoh yang mempunyai kontribusi dalam penyebaran Islam dan menciptakan kesalingpahaman antar umat beragama di Amerika adalah Muhammad Rahim Bawa Muhyiddin. Ia adalah seorang sufi besar yang tumbuh di Sailan Srilangka. Islam masuk ke Srilangka bersamaan dengan masuknya Islam ke India. Informasi mengenai keluarga dan tahun kelahirannya tidak diketahui. Ia hidup menyendiri, beribadah kepada Allah Swt. jauh dari hiruk-pikuk manusia.
Baru pada tahun 1900 para penduduk memintanya tinggal di tengah-tengah masyarakat. Kalam hikmah dan ilmu-ilmu Rabbāni yang keluar dari lisannya, dan keramat-keramatnya menyebar luas. Berita menyebar luas ke berbagai kota dan negara. Ia didatangi masyarakat secara berbondong-bondong baik Muslim maupun non-Muslim. Syaikh Bawa Muhyiddin melakukan perjalanan bersama muridnya ke Colombia dan mendirikan pusat studi Sufi pada tahun 1976.
Dan sebelumnya, pada tahun 1971 Syaikh Bawa Muhyiddin diundang muridnya ke Filadelpia Amerika. Dan ia memenuhi undangan itu, dua tahun setelahnya, yakni pada tahun 1973 dibentuk komunitas murid Bawa Muhyiddin dan mereka namakan "The Bāwā Muhaiya al-Dīn Fellowship". Sejak saat itu Bāwā pulang dan pergi antara Srilangka dan Filadelpia, sampai ia wafat pada tahun 1986 M. Ia dimakamkan di Amerika. Murid-muridnya mendirikan qubah yang besar di pemakamannya dan setiap tahun diperingati (haulnya).
Di tengah benturan antar agama, keyakinan dan sekte-sekte agama di Amerika, Syaikh Bawa Muhyiddin mampu membawa ruh Islam ke dalam kehidupan di Barat dengan sangat baik. Sehingga murid-muridnya bukan hanya kalangan Islam saja, akan tetapi juga non-Muslim. Syaikh Bawa Muhyiddin juga pernah mengisi ceramah di sebuah gereja di New York, dan mendapatkan antusiasme luar biasa dari jemaat gereja, bahkan mereka tak sungkan mencium tangan Syaikh Bawa Muhyiddin.
Saat ceramah atau ditanya mengenai sebuah masalah perkataannya mengalir deras tanpa berhenti untuk berfikir, seolah ia sedang membaca buku, ia tidak pernah mengulangi kata dan bahasan yang sama, semuanya nampak baru dan diambil dari samudera makna yang tak terbatas. Ucapan-ucapannya yang terbukukan sebanyak 30 buku, yang ditulis oleh murid-muridnya dari perkataan dan pengajaran yang disampaikan Syaikh Bawa Muhyiddin.
Wali Agung Syaikh Bawa Muhyiddin setiap tahun mengadakan dua peringatan; Peringatan Maulid Nabi Saw. pada bulan Rabi’ Awal, dan Peringatan Haul Syaikh al-Kabīr Abdul Qādir al-Jilānī pada bulan Rabi’uts Tsani. Peringatan Maulid Nabi Saw. diadakan selama 12 hari, sejak tanggal 12 Rabi’ul Awal setelah shalat Ashar hingga Maghrib dengan pembacaan hadits-hadits Nabi Saw. Syaikh Bawa Muhyiddin wafat pada 8 Desember 1986.
Kebun Ma'rifat adalah buku terakhir yang didokumentasikan oleh murid-muridnya sebelum Syaikh Bawa Muhyiddin wafat. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Koleksi foto-foto Syaikh M. Rahim Bawa Muhyiddin dan buku karya beliau yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

Comments